Bagikan Biar Sadar !!Ngeri Banget!! Menjadi PNS Hasil Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup

Ngeri Banget!! Menjadi PNS Hasil Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup

Bagikan Biar Sadar !! Jadi PNS Hasil Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup !!
Didalam suatu hadits yg diriwayatkan dari Abdullah ,”Rasulullah saw sudah melaknat orang yg berikan & menerima suap.” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
Ibnul Arabi menyampaikan bahwa suap yaitu tiap-tiap harta yg diberikan terhadap seorang yg mempunyai kedudukan buat menunjang atau meluluskan persoalan yg tak halal. Al murtasyi sebutan utk orang yg menerima suap, ar rasyi sebutan buat orang yg memberikan suap sedangkan ar ra’isy yakni perantaranya.

Al Qori menyampaikan ar rasyi & al murtasyi yaitu orang yg berikan & menerima suap, dirinya ialah fasilitas utk mencapai maksud dgn bujukan (rayuan). Ada yg menyampaikan bahwa suap ialah segala pemberian buat membatalkan hak satu orang atau memberikan hak terhadap orang yg salah.
Suap merupakan pemberian satu orang yg tak mempunyai hak terhadap seorang yg mempunyai kewenangan (jabatan), baik berupa duit, barang atau yang lain buat menunjang si pemberi memperoleh sesuatu yg bukan haknya atau menzhalimi hak orang yang lain, seperti pemberian hadiah yg dilakukan seorang supaya dia di terima juga sebagai Petugas di sebuah perusahaan / Lembaga, supaya anaknya di terima di sebuah sekolah favorite / perguruan tinggi, pemberian terhadap seseorang guru biar anaknya naik kelas, pemberian hadiah terhadap satu orang hakim biar dirinya terbebaskan dari hukuman & yang lain, biarpun kenyataan yg ada sebenarnya mereka seluruh tak berwenang atau tak mempunyai persyaratan utk memperoleh apa yg mereka inginkan dari pemberiannya tersebut.
Al Hafizh menyebut satu buah riawayat dari Farrat , beliau bicara,”Suatu waktu Umar Badan Intelijen Negara Abdul Aziz meninginginkan buah apel & dirinya tak mandapati sesuatu juga dirumahnya yg dapat dimanfaatkan buat membelinya sehingga kami serta menungang kuda bersamanya. Seterusnya beliau disambut oleh para biarawan bersama piring-piring yg berisi apel. Umar Badan Intelijen Negara Abdul Aziz membawa salah satu apel & menciumnya tapi mengembalikannya ke piring tersebut. Saya juga tanya kepadanya berkenaan hal tersebut. Sehingga ia bicara,”Aku tak membutuhkannya.” Saya tanya,”Bukankah Rasulullah saw,
Abu Bakar & Umar menerima hadiah?” beliau menjawab,”Sesungguhnya beliau bagi mereka seluruhnya yakni hadiah sedangkan bagi para petinggi sesudah mereka yakni suap.”
Suap adalah dosa agung , baik yg memberikan ataupun yg menerimanya dgn laknat atau dijauhkan dari Rahmat-Nya bahkan , sama seperti diriwayatkan oleh An Nasai dari Masruq berbicara,”Apabila seseorang hakim makan dari hadiah sehingga sesungguhnya ia sudah memakan duit sogokan. Kalau ia menerima suap sehingga beliau sudah menghantarkannya terhadap kekufuran.” Masruq menyampaikan barangsiapa yg meminum khamr sehingga sungguh dia sudah kufur & kekufurannya yaitu tak di terima shalatnya tatkala 40 hri. Tapi bila pemberian hadiah terpaksa dilakukan oleh seorang pada petinggi yg mempunyai wewenang dalam permasalhannya utk meraih haknya atau menghilangkan kezhaliman atas dia sehingga perihal ini dibolehkan bagi si pemberi & diharamkan bagi si penerima.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa para ulama sudah mengemukakan,”Sesungguhnya pemberian hadiah terhadap wali amri—orang yg diberikan tanggung jawab atas satu buah urusan—untuk laksanakan sesuatu yg tak diperbolehkan atasnya yakni haram, baik bagi yg memberikan ataupun menerima hadiah itu, & ini yakni suap yg dilarang Nabi saw.